Tips Ajukan KPR Di Jakarta Selatan

Rumah merupakan salah suatu kebutuhan yang sangat penting untuk manusia. Rumah akan menjadi tempat berlindung, tempat beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Berbicara mengenai ruma, ini merupakan jenis property yang harganya tidak murah, bahkan harga rumah cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu. Ini akan sangat membantu Anda dalam mengambil keputusan, Jual rumah Jakarta, rumah dijual di Jakarta Selatan, harga rumah di Jakarta, jual rumah Jakarta Selatan, jual rumah Jakarta Timur, rumah dijual di Jakarta Timur, jual rumah di Jakarta Selatan, rumah dijual di Jakarta Barat, jual tanah murah, apartemen Jakarta, harga apartemen di Jakarta, apartemen Jakarta Selatan, sewa apartemen di Jakarta, apartemen di Jakarta Selatan, sewa apartemen Jakarta Selatan, apartemen di Jakarta Pusat, apartemen murah di Jakarta Pusat, apartemen di Jakarta Barat, jual apartement di Jakarta, jual tanah di Jakarta, harga tanah di Jakarta.  Tapi tidak perlu khawatir, karena meski anggaran yang dimiliki belum cukup untuk membeli rumah, Anda bisa menyewa untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal. Karena saat ini juga ada banyak sekali penawaran sewa rumah, terutama sekali di kota-kota besar seperti Jakarta.

Bagi Anda yang memiliki rumah namun dana masih sangat terbatas, tidak perlu khawatir, karena Anda dapat memanfaatkan KPR. Kredit pemilikan rumah (KPR) adalah solusi buat mereka yang ingin segera memiliki rumah dengan dana terbatas. Tapi hati-hati, ada kemungkinan rugi loh pakai KPR. Apapun yang Anda lakukan termasuk beli rumah dengan KPR harus dilakukan dengan hati-hati. Seperti jenis layanan kredit lainnya dari bank, ada syarat dan ketentuan yang mesti ditaati. Masalahnya, banyak yang tergiur oleh manfaat KPR saja namun tidak memperhitungkan kerugian-kerugian yang mungkin dihadapi.

Sebelum memutuskan untuk melakukan KPR, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui, terutama sekali berkaitan dengan kerugian KPR dan solusinya. Berikut diantaranya:

  • Terburu-buru melunasi DP
    Solusi: Ingat, jika sudah membayar booking fee dan tanda tangan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan penjual atau developer rumah, tenang saja. Tida perlu khawatir rumah akan diserobot orang lain. Makanya, sebelum melunasi down payment (DP), baca akad atau perjanjian KPR dari bank dengan saksama.
  • Salah pilih asuransi
    Solusi: Bank menerapkan kewajiban perlindungan asuransi buat nasabah yang mengakses layanan kreditnya, termasuk KPR. Salah memilih asuransi malah bisa merugikanmu lho. Asuransi tersebut antara lain kebakaran dan jiwa. Dengan demikian, rumah bakal terlindungi dari risiko kebakaran. Sedangkan cicilan rumah aman ketika nasabah meninggal saat KPR belum lunas. Hal ini diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/ 35 /DPNP tanggal 23 Desember 2010.
  • Lalai dalam cek dokumen
    Solusi: Syarat KPR membutuhkan beragam dokumen, dari identitas sampai salinan buku tabungan. Lalai memberikan satu lembar dokumen saja bakal menghambat proses pencairan KPR, lho. Dampaknya adalah makin lama pengurusan jual-beli rumah. Artinya, rumah gak bisa segera ditempati kalau sudah jadi. Yang juga penting adalah dokumen yang berkaitan dengan asuransi. Ini fatal banget akibatnya kalau lalai.
  • Biaya notaris terlalu mahal
    Solusi: Umumnya, notaris dalam KPR dipilihkan oleh bank. Namun bisa juga kita mengusulkan notaris sendiri. Justru itulah yang direkomendasikan. Harapannya adalah supaya biaya notaris lebih transparan. Meski dipilih bank, tidak mustahil notaris yang mengurusi legalitas transaksi rumah itu nakal. Kabur mungkin tidak mungkin. Tapi menggelembungkan biaya notaris, bisa saja.